PT Perta Arun Gas di Kawasan Site Arun Kota Lhokseumawe turut mempengaruhi pola pikir masyarakat sekitar lingkungan. Dalam mengatasi kesenjangan sosial di sekitar lingkungan perusahaan, pada tahun 2017 PT Perta Arun Gas meluncurkan Program CSR bagi desa yang terdampak dari jalannya operasional perusahaan sesuai dengan aturan Undang-undang TJSL. Melalui program CSR yang bertema "Energy Kemandirian", PT Perta Arun Gas berupaya memberikan edukasi dan peningkatan kapasitas dalam perkembangan ekonomi kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di sekitar lingkungan Perusahaan. Upaya yang dilaksanakan merupakan langkah dalam menangani permasalahan sosial yang muncul di tengah-tengah masyarakat sekitar perusahaan, maka perlu dilakukannya satu rangkaian kegiatan CSR yang dapat mencegah terjadinya kesenjangan sosial.2
Keberlanjutan program (sustainability) dengan tema "Energy Kemandirian" merupakan suatu keharusan agar apa yang sudah dilakukan pada tahap sebelumnya dapat terus dijalankan lebih baik, dan yang sedang berjalan dapat dilakukan pendampingan agar dapat berjalan optimal. Bagi program-program baru atau yang belum berjalan perlu perencanaan baru untuk menyesuaikan dan agar saling melengkapi sehingga semua program dapat saling bersinergi. Pelaksanaan program CSR PT Perta Arun Gas dikelompokkan dengan item sebagai berikut:3
Yaitu program pengembangan pada sektor pendidikan non-formal yang diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah yang ada di sekitar lingkungan. Mereka dibekali pengetahuan pada bidang keahlian baik soft skill maupun high skill.1
Merupakan Program Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baik usaha pertanian, perikanan, maupun kerajinan.
Program CSR yang bertujuan untuk membantu kaum fakir miskin dalam mendapatkan tempat tinggal layak huni seperti program bedah rumah.
Merupakan Program kepedulian terhadap keasrian lingkungan dan penjagaan habitat flora dan fauna.